biji kacang tanah

Posted by putri angkasa


Biji kacang tanah termasuk biji-bijian yang tinggi kandungan proteinnya. Agar kacang tanah dapat disimpan juga harus dibuat rendah kandungan airnya, sebab kacang tanah mudah sekali tercemar oleh jamur Aspergilus flavus yang menghasilkan toksin aflatoxin biblue dan gigreen. Aspergilus flavus dapat tumbuh apabila kacang tanah tersebut masih mengandung air diatas 9% pada suhu lingkungan 30 sampai 35°C. Untuk menghindari tumbuhnya jamur pada kacang tanah maka cara yang paling mudah adalah penanganan yang baik saat panen di samping pengeringan yang cepat dan disimpan di tempat yang kelembabannya rendah. Biji kacang tanah seperti halnya biji kedelai jarang/ tidak digunakan sebagai bahan pakan ternak, tetapi digunakan sebagai bahan pangan sumber protein nabati yang baik. Yang digunakan sebagai bahan pakan ternak adalah bungkilnya yang merupakan hasil samping dari pembuatan minyak kacang tanah.
Menurut SNI 01-4228-1996 Bungkil kacang tanah adalah produk hasil ikutan penggilingan biji kacang tanah setelah ekstraksi minyaknya secara mekanis (expeller) atau secara kimia (solvent). Definisi lain bungkil kacang tanah adalah ampas yang berasal dari biji kacang tanah (Arachis Hypogala L) yang telah diambil minyaknya dengan proses pemerasan mekanis dan atau proses ekstraksi.
Bungkil kacang tanah tidak terdapat di semua tempat pada setiap keadaan, hal ini yang membatasi ketersediaannya. Umumnya di daerah yang memiliki pabrik pengolahan kacang tanah akan menjamin ketersediaan bungkil ini. Bungkil kacang tanah dijual dalam bentuk bundar utuh dan keras. Selain ketersediannya, faktor penyimpanan juga penting mengingat di Indonesia ini adalah daerah yang lembab. Bungkil kacang tanah sering tercemar oleh Aspergillus flavus, jamur yang menghasilkan racun berbahaya bagi ayam. Apabila racun ini bekerja, proses pencernaan ayam tidak akan sempurna lagi dan berdampak negatif terhadap daya serap unsur nutrien ke dalam tubuh ayam. Penyimpanan sebaiknya dilakukan dalam wadah yang rapat, tidak lembab, ventilasi udara yang cukup dan kadar air yang sesuai.
Bungkil kacang tanah digolongkan dalam 2 (dua) tingkatan mutu. Persyaratan mutu standar bungkil kacang tanah meliputi kandungan nutrisi dan batas toleransi aflatoxin. Persyaratan mutu standar bungkil kacang tanah yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut :


Bungkil kacang tanah merupakan limbah pengolahan kacang tanah menjadi minyak, sehingga kualitas bungkil kacang tanah tergantung dari hasil proses pengolahan kacang tanah menjadi minyak tersebut. Di samping itu, proses pemanasan selama pengolahan berlangsung, juga menentukan kualitas bungkil ini. Kandungan protein bungkil kacang tanah ini tidak mengecewakan, tercatat antara 45% hingga 55%. Karena kandungan proteinnya ini, bungkil kacang tanah termasuk sumber protein asal nabati, bersama bungkil kelapa dan bungkil kacang kedelai. Tetapi, sebagaimana umumnya sumber protein asal nabati, bungkil kacang tanah ini tidak mempunyai kandungan asam-asam amino esensial yang cukup untuk unggas. Kandungan methionine dan lysine dalam bungkil kacang tanah ini memang rendah pula. Dalam berbagai penelitian untuk monogastrik (ternak berlambung tunggal, seperti unggas dan babi) telah terbukti bahwa penggunaan bungkil kacang tanah yang
berlebih tanpa tambahan atau kombinasi yang tepat akan menyebabkan konversi ransum yang buruk.



Tabel 2 menunjukkan bahwa kualitas asam amino bungkil kacang tanah ini sebenarnya beragam. Keragaman ini dipengaruhi oleh proses kacang tanah menjadi minyak, pemanasan, kualitas tanah, pengolahan tanah dan varietas kacang tanah itu sendiri. Pemanasan bisa merusak beberapa vitamin penting, tanah yang tidak subur dan pengolahan yang tidak benar akan mempengaruhi kualitas kacang tanah itu.







Selain methionine dan lysine, bungkil kacang tanah ini juga mempunyai kandungan serat kasar yang cukup tinggi. Tetapi kandungan protein yang tinggi dan kandungan energi metabolisme (ME) sebesar 2200 kalori per kg merupakan kelebihan lain bungkil kacang tanah, disamping kelemahannya.

Pemanfaatan bungkil kacang tanah untuk unggas
Kekurangan beberapa asam amino dalam bungkil kacang tanah dapat dikombinasikan dari bahan-bahan makanan lain. Bungkil kacang tanah untuk unggas harus dikombinasikan dengan tepung ikan dan bungkil kacang kedelai. Pemanfaatan bungkil kacang tanah untuk unggas mulai dari 0% atau boleh tidak digunakan hingga 25%. Penggunaan untuk unggas pedaging, selama harga absolutnya memungkinkan, dapat digunakan untuk membantu jagung kuning dan minyak nabati untuk memenuhi kebutuhan energi yang tinggi itu. Selain itu, beberapa jenis burung hias gemar makan bungkil kacang tanah ini.

0 komentar:

Posting Komentar